Perokok Memberikan Dampak Buruk pada Perokok Pasif


Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok atau orang yang terpapar asap rokok dari asap yang dikeluarkan perokok aktif. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga sampai lima kali lipat dari bahaya perokok aktif.

  1. Widyastuti Soerojo dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. “Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.”

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Zat berbahaya

Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:

  • Tar
    • Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
    • Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
  • Nikotin
    • Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
    • Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
  • Karbon Monoksida
    • Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
    • Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
  • Bahan kimia berbahaya
    • Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
    • Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Kesehatan

Mengutip hasil kajian WHO, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.

Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. “Penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu juga,” ujarnya. “Asap tetap akan menembus ventilasi.”

Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. “Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen,” ujarnya.

Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.

Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.

Efek Buruk Asap Rokok

Menghirup asap rokok dapat berdampak buruk, baik secara sementara maupun dalam jangka panjang. Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk.

Asap rokok yang tersebar mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia. Ratusan di antaranya telah terdeteksi berbahaya, seperti karbon monoksida dan amonia. Selain itu, asap rokok mengandung lebih dari 50 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida. Perokok pasif berpotensi terkena berbagai macam penyakit, diantaranya, resiko kanker paru-paru, resiko penyakit asma, dan resiko infeksi telinga.

Pada orang dewasa yang tidak merokok

Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Asap rokok yang dihirup berdampak buruk pada dinding pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal. Merokok secara pasif juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Semua ini membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung. Dengan terganggunya pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung, kinerja jantung pun berisiko terganggu dan bahkan berujung pada gagal jantung.

Pada ibu hamil

Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok beresiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata, dan juga berdampak buruk pada janin yang dapat mengakibatkan :

  • Berat badan bayi baru lahir rendah
  • Kelahiran bayi premature
  • Memperparah asma dan alergi pada bayi
  • Syndrom kematian bayi mendadak

Pada anak-anak

Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti:

Perokok pasif pada anak-anak dapat mengakibatkan :

  • Asma
  • Pilek
  • Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia
  • Meningitis
  • Infeksi paru-paru
  • Peningkatan resiko berkembangnya tuberkolosis jika terpapar carrier
  • Alergi
  • Kesulitan belajar dan sulit konsentrasi
  • Terhambatnya perkembangan otak dan efek perilaku karena terganggunya sistem syaraf.
  • Peningkatan kerusakan gigi
  • Memperbesar peluang penyakit bronchitis
  • Memperbesar resiko kematian dan kerusakan organ tubuh
  • Sindrom kematian bayi mendadak

Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok.

Selain itu, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang merokok cenderung menjadi perokok saat mereka besar nanti. Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda dengan berhenti merokok. Selain baik untuk kesehatan anak, berhenti merokok juga mendatangkan manfaat bagi kesehatan Anda sendiri.

Hanya 30 menit terpapar perokok pasif dapat mempengaruhi bagaimana pembuluh darah mengatur aliran darah, untuk tingkat yang sama dengan yang terlihat pada orang yang merokok. Eksposur jangka panjang untuk perokok pasif dapat menyebabkan perkembangan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah).

Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok.

Tips Terhindar dari Asap Rokok

Terdapat beberapa tempat yang patut diwaspadai oleh perokok pasif. Langkah-langkah pencegahan bisa diterapkan pada tempat-tempat tersebut.

  • Anda bisa meminta dengan sopan kepada perokok agar tidak merokok ketika bersama Anda. Jika hal itu tidak berhasil, Anda bisa menjauh agar tidak menghirup asap rokoknya.
  • Membuat rumah terbebas dari asap rokok merupakan salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan keluarga. Larang siapa pun yang ingin merokok di dalam rumah.
  • Asap rokok bisa ditemui di sejumlah tempat umum seperti bus, warung dan kafe. Jika Anda memutuskan untuk pergi ke tempat umum, usahakan untuk memilih tempat atau area non-smoking yang terbebas dari asap rokok. Beberapa restoran dan mal telah menetapkan peraturan larangan merokok di tempat umum dengan membuat tempat khusus bagi para perokok.

Setelah memahami cara-cara tersebut, kini Anda lebih bisa menghindarkan keluarga dari efek buruk merokok pasif.

 

 

 

Sumber:

Wikipedia

Alo Dokter

Dinkes

SKRIPSI SASTRA


NAMA                        : KAWIRIAN
NIM                            : 1100888201051
PROGRAM STUDI   : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JUDUL SKRIPSI       : ANALISIS PSIKOLOGIS KEPRIBADIAN FLEGMATIS PADA TOKOH MA YAN DALAM NOVEL MA YAN KARYA SANIE B. KUNCORO

DOSEN PEMBIMBING  :

1. Dra. Erlina Zahar, M. Pd.

2. Sujoko, S. Pd.,M. Pd.

TAHUN SKRIPSI      : 2015

KAMPUS                    : UNIVERSITAS BATANGHARI – KOTA JAMBI

DOWNLOAD : CLICK HERE

info kawirian click here

 

                                             ABSTRAK

Kawirian. 2015. Skripsi. Analisis Psikologi Kepribadian Flegmatis pada Tokoh Ma Yan dalam Novel Ma Yan Karya Sanie B. Kuncoro. Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Batanghari.

Kata Kunci: flegmatis, tokoh, novel

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan psikologi kepribadian flegmatis pada tokoh Ma Yan dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro yang mengacu pada sebelas aspek yaitu fleksibel, rendah hati, santai, tenang, sabar, besar hati, pintar administrasi, damai, bersosialisasi, banyak teman, dan pendengar yang baik.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data verbal yang berwujud kata-kata, kalimat dan paragraf cerita dalam bentuk dialog ataupun monolog yang terdapat dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku literatur yang diambil dari beberapa perpustakaan, serta artikel-artikel yang diperoleh dari internet yang teori-teorinya saling berhubungan terhadap penelitian ini.

Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah psikologi kepribadian flegmatis yang terdapat pada tokoh Ma Yan dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tokoh Ma Yan dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro ditemukan sebelas aspek psikologi kepribadian flegmatis. Kesebelas aspek tersebut, yakni aspek fleksibel sebanyak 8 kutipan, aspek rendah hati sebanyak 6 kutipan, aspek santai sebanyak 10 kutipan, aspek tenang sebanyak 5 kutipan, aspek sabar sebanyak 5 kutipan, aspek besar hati sebanyak 7 kutipan, aspek pintar administrasi sebanyak 13 kutipan, aspek damai sebanyak 8 kutipan, aspek bersosialisasi sebanyak 8 kutipan, aspek banyak teman sebanyak 6 kutipan, dan aspek pendengar yang baik sebanyak 6 kutipan. Untuk kesebelas aspek ini terdapat 82 kutipan yang berkaitan dengan psikologi kepribadian flegmatis pada tokoh Ma Yan dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro. Semua ini diperkuat juga dengan paparan dialog maupun monolog berupa kutipan. Dari penelitian ini diharapkan dapat menambah kecintaan bagi pembaca terhadap hasil karya sastra dan dapat mempelajari nilai-nilai kepribadian. Kepribadian yang positif dapat dikembangkan agar dapat menjaga perasaan orang lain serta menjadi pedoman sebagai pembelajaran dalam menjalani hidup.


Jika aku ingin menikahimu, itu bukan karena aku mencintaimu. Tapi, karena aku merasa surga Allah lebih dekat jika bersamamu.

View on Path

Autobiografi Kawirian


  • Nama Lengkap : Kawirian
  • Nama Panggilan : Rian
  • TTl : Kuala Tungkal, 07 Desember 1992
  • Agama : Islam
  • Alamat :Jl. Radja Yamin (Gotong Royong) RT.27 Sipin, Telanaipura – Jambi
  • Pekerjaan : Mahasiswa, Design Grafis/Layout LPM PATRIOTIK (Majalah Kampus), Cerpenis & Novelis (Sastrawan).
  • Pendidikan  : TK Asy-syuhada, SD Negeri 72/v, SMP Negeri 1, SMA Negeri 2 Kuala Tungkal & Universitas Batanghari Jambi.
  • Zodiak : Sagitarius
  • Hobi :  Menyanyi, ketawa besar, twitteran, blogging, ngerusuh, nonton, Ngobrol bareng.
  • Buku Favorit : Novel, Bilingual.
  • Love Musik Favorit : West Pop, Slow Pop, Indo Pop, Remix, & Pop Rock.
  • Film Favorit : Horror, Action, The Adventure Of West People.
  • Prestasi : Juara 2 Lomba menggambar tahun 2004, Juara 2 Lomba Mading Islami 2010, Menjadi Siswa Teladan Laki-Laki di SMA tahun 2011.
  • Fans Club Resmi:  www.rianation.com
  • Web Resmi: www.kawirian.com
  • Email : ryanst3rs@yahoo.co.id
  • Facebook: Kawirian
  • Twitter : @kawirian

Biografi

Kawirian adalah seorang Mahasiswa sekaligus Sastrawan muda asal Indonesia. Ke inginannya menulis sejak duduk dibangku SMA, namun baru menulis setelah ia memulai kuliah. Anak kedua dari pasangan Challil dan Husna ini seorang anak yang sangat kreatif dan mempunyai keahlian yang lebih di banding saudara-saudaranya. Ia selalu saja beranggapan bahwa dirinya itu biasa-biasa saja, namun di dalamnya terdapat bakat yang terpendam.

Dari SD dia mempunyai bakat menggambar, SMP mempunyai bakat tarik suara, dan SMA mempunyai bakat Design Grafis, dan Kuliah mempunyai bakat menulis. Ia sangat senang menjadi diri sendiri. Ia juga mempunya prinsip “Orang lain bisa, kenapa aku tidak?”. Makanya dia selalu mencoba sesuatu hal yang baru yang mungkin akan jadi pelajaran buat dia.

Bibliografi

Wanita Misterius dan Mimpi Buruk (Cerpen, 2011)

Pengalaman Buruk (Cerpen, 2011)

Kisah Cintaku (Novel, 2012)

Kisah Cintaku

KISAH CINTAKU

SINOPSIS 

Di saat semua terasa indah untuk dijalani bersama, pasti cinta itu akan tetap kokoh. Namun di sisi lain, percintaan selalu saja mengalami masalah yang begitu rumit. Ryan selalu saja mengalami banyak kekecewaan kepada Rya. Antara itu sengaja atau tidak sengaja. Tapi Ryan tetap cukup bersabar untuk menghadapi cintanya yang pertama kali itu.

Namun apa daya, kesabaran itu tidak bisa di tahan lagi. Ketika teman Rya yang bernama Ani itu selalu ikut campur masalah percintaan Ryan dan Rya yang di bangun selama hampir 2 bulan itu.

Tidak hanya itu, ternyata teman-teman Ryan pada benci dengan Rya. Karena kelakuannya terhadap Ryan dan kelakuan  temannya yang selalu saja mengganggu hubungan mereka.
Saat dirumah teman, Ryan akhirnya memutuskan hubungannya dengan Rya. Dilakukannya atas dorongan dari temannya Meylani yang juga termasuk orang yang benci dengan Rya.

Setelah mereka berpisah. Apakah Kisah Cinta Ryan dan Rya akan selalu dikenang atau malah sebaliknya?

Tugas 1 Memahami Struktur Teks “Nelson Mandela: Sang Pemaaf Peruntuh Apartheid”


TUGAS UNTUK SISWA/I KELAS XI SMK Negeri 2 Kota Jambi

Nelson-Mandela

Nama: Nelson Rolihlahla Mandela

Lahir: Umtata, 18 Juli 1918

 

“Dia memberi contoh tentang integritas moral dalam suat perjuangan. Puluhan tahun berada dalam tahanan rezim yang menerapkan kebijakan pemisahan warna kulit, ia kemudian bebas dan terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di negerinya. Dengan rasa maaf, ia mampu menyatukan masyarakat Afrika Selatan yang berbeda warna kulit itu.”

 

Rolihlahla Mandela lahir di Umtata, Afrika Selatan, anak dari seorang kepala suku. Nama Rolihlahla kadang diartikan sebagai “pembuat onar”, sementara nama Nelson baru kemudian ditambahkan oleh guru sekolah dasarnya yang membayangkan suat kemegahan Kerajaan pada nama itu. Masa kecil Mandela cukup damai, ia banyak menghabiskan waktu menggembala atau melakukan kesibukan pedesaan yang lain. Ketika ayahnya meninggal, ia diurus oleh seorang sanak keluarganya yang menjadi bupati.

Keterlibatannya dalam politik dimulai saat ia keluar sekolah College of Fort Hare. Dia mulai melibatkan diri dalam aksi protes mahasiswa menentang tatanan politik yang menempatkan orang kulit putih lebih tinggi dari orang kulit hitam. Keterlibatan inilah yang kemudian menentukan jalan panjang yang harus dia tempuh dalam memperjuangkan persamaan hak bagi mayoritas orang kulit hitam di Afrika Selatan.

Mandela kemudian magang pada sebuah biro hukum. Kariernya dalam bidang hukum berlanjut hingga ia bisa menjadi pengacara yang cukup sukses. Namun, selama bertahun-tahun kemudian ia menyaksikan bagaimana politik apartheid sangat tidak manusiawi. Hanya karena berkulit hitam orang bisa kehilangan status sebagai manusia. Mandela meneguhkan hatinya untuk melawan semua ini. Ia rela meninggalkan kehidupan desa yang damai, bahkan kariernya sebagai pengacara, untuk memasuki masa depan yang penuh pengorbanan dan penderitaan.

Harapan Mandela untuk berhasil sangatlah kecil karena selama berabad-abad pemerintah kolonial telah mengonsentrasikan semua kekuasaan politik dan militer, akses pendidikan, dan sebagian besar kekayaan di tangan minoritas kulit putih. Kondisi yang mendukung keberhasilan revolusi hampir tidak ada sama sekali. Rakyat banyak telah dijinakkan dalam kepatuhan, wilayah geografis yang luas merintangi komunikasi dan mobilitas, sementara perang antar ras bukan suatu pilihan yang realistis bahkan bisa menghebohkan.

Dalam situasi semacam itu Mandela memilih jalan tanpa kekerasan sebagai strategi. Dia bergabung dengan Liga Kaum Muda, organisasi pemuda Kongres Nasional Afrika (ANC). Ia mengambil bagian dalam program perlawanan pasif untuk menentang aturan agar orang kulit hitam membawa pas jalan dan membuat mereka tetap dalam posisi budak terus menerus.

Pemerintah kemudian menggelar peradilan besar-besaran terhadap para “pengkhianat”, Mandela termasuk di antaranya. Namun pada 1961 semua itu berakhir dengan pembebasan ke-156 tertuduh. Tetapi kemudian Afrika Selatan “bergolak” karena pembantaian para demonstran kulit hitam di Sharpeville pada Maret 1960. Namun pemerintah tetap konsisten menghantam oposisi: sebagian besar gerakan pembebasan, termasuk ANC, dilarang. Mandela yang telah meraih reputasi sebagai pemimpin orang kulit hitam, berjuang di bawah tanah selama lebih dari setahun dan bepergian ke luar negeri untuk mencari dukungan bagi ANC.

Ketika Mandela kembali, dia ditahan dan dikirimkan ke penjara Robben Island selama lima tahun. Namun ia tetap kukuh. “Sepanjang hidup saya, saya mendedikasikan diri pada perjuangan rakyat Afrika. Saya telah berjuang menentang dominasi kulit putih, dan telah berjuang melawan dominasi kulit hitam. Saya mengharapkan demokrasi dan masyarakat bebas yang ideal di mana setiap orang hidup bersama dalam harmoni dan mendapat kesempatan yang sama. Hal itulah yang ingin saya hidupkan dan saya capai. Jika perlu, untuk itu saya siap mati.”

Mandela memikul seluruh tanggung jawab perjuangannya. Di penjara ia menerapkan sistem mendidik diri sendiri, sehingga penjara ini dijuluki “Universitas Pulau”. Saat para napi meninggalkan sel mereka di pagi hari untuk bekerja keras, setiap tim mengangkat seorang instruktur–dalam bidang sejarah, ekonomi, politik, filsafat, atau bidang apa pun. Jam-jam istirahat yang sebelumnya menjemukan diisi dengan aktivitas budaya, dan Mandela mengingat dengan bangga aktingnya sebagai Creon dalam drama Sophocles, Antigone.

Lebih dari dua dekade berada dalam penjara, Mandela menjadi simbol perlawanan terhadap apartheid, dan para pemimpin dunia terus meminta pemerintah Afrika Selatan membebaskannya. Sebagai tanggapan atas tekanan dari dalam dan luar negeri, Presiden F.W. de Klerk pada 2 Februari 1990 mencabut pemberangusan ANC dan mengumumkan pembebasan segera Mandela.

Ketika pemilihan umum demokratis berlangsung, Mandela terpilih sebagai presiden Afrika Selatan. Sebagai presiden, pelbagai hal berat harus Mandela hadapi, namun yang terberat adalah menghilangkan rasa takut minoritas kulit putih. Namun Mandela terbukti mampu mengatasi soal ini karena integritas moral dan fokus perjuangannya untuk menyatukan satu negara dengan dua warna kulit yang berbeda itu. Mandela membuktikan kembali integritas kepemimpinannya dengan menolak untuk dipilih kembali pada pemilu 1999.

Istri

  1. Evelyn Ntoko Mase (1944-1957)
  2. Winnie Madikizela (1957-1996)
  3. Graca Machel-Mandela (1998-sekarang)

Pendidikan

  1. College of Fort Hare
  2. University of South Africa
  3. University of Witwatersrand, Johannesburg

Riwayat Singkat

  • Bergabung dengan Kongres Nasional Afrika yang anti-apartheid (1962-1990).
  • Dipenjara karena menganjurkan sabotase (1962-1990).
  • Menjadi Presiden ANC (1991).
  • Terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan (1994).
  • Mengakhiri masa jabatan sebagai Presiden Afrika Selatan (1999).

Penghargaan

Mendapat Hadiah Nobel Perdamaian bersama F.W. de Klerk untuk jasanya menghentikan sistem apartheid (1993).

Buku

Long Walk to Freedom (1994)

MATERI CERPEN


A. PENGERTIAN CERPEN

  1. PENGERTIAN CERPEN SECARA UMUM

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur.

Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.

Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.

Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis. Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuah cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.

  1. PENGERTIAN CERPEN MENURUT PARA AHLI
  • H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- mengatakan bahwa yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.
  • A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500-20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, dan adanya satu kesan.
  • Aoh. KH, mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.
  • Allan Poe dalam Nurgiyantoro dalam Regina Bernadette, Cerita pendek diartikan sebagai bacaan singkat, yang dapat dibaca sekali duduk, dalam waktu setengah sampai dua jam, genrenya mempunyai efek tunggal, karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak kompleks (Pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian – bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita karena terbatasnya ruang yang ada.
  • Turayev dalam Regina Bernadette mengatakan bahwa, Cerita pendek bentuk karya sastra naratif, yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh. Jadi, secara lebih luas dapat dikatakan bahwa penulis cerpen menampilkan jumlah tokoh yang terbatas, tidak ada perkembangan karakter tokoh dan tidak memiliki latar seperti apa yang terdapat dalam novel.
  • Menurut Susanto dalam Tarigan, cerita pendek adalah cerita yang panjangnya sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.
  • Sumardjo dan Saini mengatakan bahwa cerita pendek adalah cerita atau parasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar terjadi tetapi dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, serta relatif pendek).

 Dari berbagai pendapat para ahli, rumusan-rumusan tersebut tidak sama persis, juga tidak saling bertentangan satu sama lain. Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau cerpen adalah cerita rekaan yang pendek. Cerpen merupakan akronim dari cerita pendek. Karya sastra merupakan wujud dan bentuk dari perilaku yang diciptakan, contoh karya sastra yang sederhana adalah cerpen. Cerpen merupakan karya sastra yang  menarik dan sederhana. Menceritakan sebuah konflik secara singkat dan lugas, namun memiliki unsur-unsur sastra yang menarik.

 B. JENIS – JENIS CERPEN

  1. JENIS CERPEN BERDASARKAN JUMLAH KATANYA

Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dipatok sebagai karya sastra berbentuk prosa fiksi dengan jumlah kata berkisar antara 750-10.000 kata. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yakni: 

  1. Cerpen mini (flash), cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000 buah.
    2. Cerpen yang ideal, cerpen dengan jumlah kata antara 3.000-4000 buah.
    3. Cerpen panjang, cerpen yang jumlah katanya mencapai angka 10.000 buah.
  1. JENIS CERPEN BERDASARKAN TEKHNIK MENGARANGNYA
  1. Cerpen sempurna (well made short-story), cerpen yang terfokus pada satu tema dengan plot yang sangat jelas, dan ending yang mudah dipahami. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar pada realitas (fakta). Cerpen jenis ini biasanya enak dibaca dan mudah dipahami isinya. Pembaca awam bisa membacanya dalam tempo kurang dari satu jam 
  2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story), cerpen yang tidak terfokus pada satu tema (temanya terpencar-pencar), plot (alurnya) tidak terstruktur, dan kadang-kadang dibuat mengambang oleh cerpenisnya. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat kontemporer, dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang orisinal, sehingga lajim disebut sebagai cerpen ide (cerpen gagasan). Cerpen jenis ini sulit sekali dipahami oleh para pembaca awam sastra, harus dibaca berulang kali baru dapat dipahami sebagaimana mestinya. Para pembaca awam sastra menyebutnya cerpen kental atau cerpen berat.

C. ALIRAN – ALIRAN CERITA PENDEK

Aliran-aliran cerita pendek merupakan filosofi dasar yang mencirikan pengucapan sastra seorang sastrawan. Hingga kini telah dikenal puluhan aliran jenis jenis cerita pendek. Berikut adalah beberapa di antaranya :

1.Realisme
Adalah aliran dalam kesusastraan yang melukiskan suatu keadaan secara sesungguhnya. HB Jasssin menjelaskan dalam realisme digambarkan keadaan seperti yang sebenarnya yang terlihat oleh mata. Pengarang melukiskan dengan teliti tanpa prasangka, tanpa tercampur tafsiran, tidak memaksakan kehendaknya sendiri terhadap pelaku dan pembacanya. Pengarang sendiri berada di luar tanpa ikut campur dalam cerita. Ia sebagai penonton yang obyektif. Tidak melukiskan lebih bagus atau lebih jelek dari kenyataan. Realisme muncul pada abad ke 18 tapi baru berkembang pada abad 19 dan awal abad 20. Kaum realis menentang romantisme yang mereka anggap cengeng dan berlebihan. Kaum realis lebih memilih tokoh-tokoh sederhana dan umum. Hal-hal bersifat ideal ditolak. Itulah sebabnya karya realisme banyak berkisar pada golongan masyarakat bawah, seperti kaum tani, buruh, gelandangan, pelacur, gangster,dsb.

2. Impresionisme
Impresi berarti kesan. Jadi impresionisme adalah pelahiran kembali kesan-kesan sang pengarang terhadap sesuatu yang dilihatnya. Sebagaimana kesan, ia biasanya sepintas lalu. Menurut Dr. JS Badudu, pengarang tak akan melukiskannya sampai sekecil-kecilnya seperti realisme dan naturalisme. Akan tetapi spontanitas dari penglihatan pertama yang dilukiskan, karena kesan itulah yang tetap melekat.

3. Naturalisme
Sebenarnya merupakan cabang realisme. JIka realisme menyajikan hal-hal yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, naturalisme cenderung melukiskan segala kenyataan yang ada tanpa memilih, atau menyeleksinya. Apa yang tampak dan dirasakan itu juga yang dinyatakan. Oleh sebab itu naturalisme cenderung melukiskan segala yang buruk, jorok bahkan pornografis. Juga melukiskan kritik sosial secara tajam. Naturalisme amat mementingkan alam semesta, seperti pengertian awalnya bahwa natura adalah alam. Tokoh-tokoh naturalisme mengungkapkan aspek-aspek alam semesta yang bersifat fatalis dan mekanis. Ia juga mementingkan gerak dan aktivitas manusia yang mewujudkan kebendaan serta kehidupan moral yang rendah.

4.Neonaturalisme
Berarti naturalisme baru, yaitu bentuk lanjutan naturalisme. Aliran ini merangkum realisme dan naturalisme. Yaitu disamping melukiskan hal-hal yang buruk juga kenyataan yang baik. Itu sebabnya ia dikatakan melukiskan kenyataan yang obyektif. Fiksi awal sastra Indonesia tampil dalam bentuk realisme yang kuat, melukiskan aspek kehidupan secara nyata dan langsung. Dalam perkembangannya realisme kurang memuaskan sehingga dalam
banyak hal naturalisme lebih mampu menyatakan ekspresi jiwa pengarang. Akan tetapi naturalisme pun kurang memuaskan sehingga membutuhkan satu bentuk ekspresi yang lebih ekstrem yaitu neonaturalisme.

5. Determinisme
Merupakan cabang dari naturalisme, yaitu aliran kesusasteraan yang menekankan pada takdir. Takdir ini ditentukan oleh unsur biologis dan lingkungan. Berasal dari kata to determine yang berarti menentukan atau paksaan nasib. Dr. Js. Badudu mengatakan bukan nasib yang ditentukan oleh Tuhan melainkan nasib yang ditentukan oleh keadaan masyarakat sekitar, seperti kemiskinan,penyakit keturunan, dan kesulitan akibat perang. Inti pokoknya adalah penderitaan seseorang. Jahatkah, melaratkah, penyakitankah, bukan karena takdir Tuhan namun karena lingkungan yang buruk. Penganutnya berangkat dari paham materialisme dan karenanya tidak percaya bahwa Tuhanlah yang menakdirkan demikian. Contoh : Tokoh Yah dalam Belenggu, Armijn Pane. Neraka Dunia, Katak hendak jadi Lembu – Nur St Iskandar. Pada Sebuah kapal – NH Dini, Atheis Achdiat K Mihardja.

6. Ekspresionisme
Dijelaskan oleh Dr. HB Jassin bahwa sampainya orang pada aliran ekspresionisme karena manusia dengan jiwanya yang paling dalam cuma bisa dilukiskan oleh seniman yang mengenali manusia itu sampai pada pikiran dan perasaannya yang paling dalam, kesedihan dan kesengsaraannya,ketinggian rasa susila, dan kerendahan hawa nafsunya. Untuk melahirkan manusia yang sebenarnya , si pengarang harus seolah-olah masuk ke dalam tokoh-tokohnya, dan ia tak bisa meniadakan dirinya sama sekali, tapi turut aktif dalam jiwa tokoh itu. Pada mulanya ia sebagai penonton pasif, yaitu melihatnya secara obyektif tapi kemudian menjadi aktif sebagai pemain yang subyektif yang turut menyatakan dirinya. Maka sampailah ia pada ekspresi yaitu pengucapan jiwanya yang melahirkan ekspresionisme.

7. Romantisme
Mengutamakan perasaan. Ada anggapan romantisme adalah penyakit kaum muda yang belum banyak mengecap pengalaman dunia. Mereka mengukur segalanya dengan intuisi dan perasaan tanpa menggunakan otak. Oleh sebab itu romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa
yang indah, mengawang ke alam mimpi. karya romantisme ada yang cengeng, yang meluikiskan kecengengan jiwa remaja yang berlagu tentang kecerahan bulan, menyanyi di lindungan pohon dengan beribu bunga di taman indah permai. Ada pula karya romatisme yang dewasa karena ditempa oleh pengalaman dan pengetahuan yang bila dituangkan dalam karya sastra bisa sangat mengharukan. Karya Shakespeare, Romeo dan Yuliet, misalnya adalah karya yang agung. Demikian pula Les Mirables, karya Victor Hugo. Juga Daniel Defoe (1660-1731)

8. Idealisme
Drs. sabarudin ahmad dalam pengantar sastra Indonesia (Medan, Saiful 1975) mengatakan bahwa aliran idealisme adalah aliran romantik yang mendasarkan cita-citanya pada cita-cita si penulis atau kepada ide pengarang semata. Pengarang idealis mememandang jauh ke depan ke masa datang dengan segala kemungkinan yang sangat diharapkan akan terjadi. Jadi tak ubahnya ramalan indah dari seorang penulis. Lukisan yang idealisme sudah tentu umumnya indah dan menawan. Contoh Tokoh Tuli dalam layar Terkembang. Merasa mampu mewujudkan cita-citanya mengangkat harkat martabat kaum wanita sebagai mana dicita-citakan RA Kartini. Umumnya fiksi Indonesia seblum perang banyak yang menunjukkan idealisme kuat, seperti Siti Nurbaya, Pertemuan Jodoh, Katak hendak jadi lembu.

9. Surealisme
Muncul di Prancis antara PD I dan PD II. Tokoh surealis berusaha menggambarkan suatu dunia mimpi, tapi penafsirannya mereka serahkan pada pembaca atau audiens. Js Badudu mengatakan surealisme .realistasnya bercampur dengan angan-angan. malah angan-angan amat memengaruhi bentuk lukisan. Pelukisan dalam surealisme melompat-lompat .Karena itu amat sulit mengikuti karya surelaisme. Pembaca harus menyatukan dalam pikirannya lukisan yang seakan-akan bertaburan apalagi karena pengarang seakan mengabaikan tata bahasa, pikiran tampak meloncat-loncat,logika seakan hilang , alam benda dan alam pikiran bercampur jadi satu.

D. CIRI – CIRI CERPEN

Masih banyak orang belum mengetahui ciri-ciri sebuah cerita pendek. Mengenai hal tersebut, di bawah ini penulis kemukakan ciri-ciri cerita pendek menurut pendapat Sumarjo dan Saini sebagai berikut:

  • Bersifat rekaan (fiction) ;
  • Bersifat naratif ; dan
  • Memiliki kesan tunggal.

Pendapat lain mengenai ciri-ciri cerita pendek di kemukakan pula oleh Lubis dalam Tarigan sebagai berikut.

  • Cerita Pendek harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
  • Cerita pendek harus mempunyai seorang yang menjadi pelaku atau tokoh utama.
  • Cerita pendek harus satu efek atau kesan yang menarik.

Menurut Morris dalam Tarigan ciri-ciri cerita pendek adalah sebagai berikut.

  • Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif (brevity, unity, and intensity).
  • Unsur-unsur cerita pendek adalah adegan, toko, dan gerak (scena, character, and action).
  • Bahasa cerita pendek harus tajam, sugestif, dan menarik perhatian (incicive, suggestive, and alert).

D. UNSUR – UNSUR CERPEN

 

Setiap cerpen memiliki unsur-unsur, sementara itu unsur cerpen di bagi menjadi dua, yaitu :

 

  1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur–unsur intrinsik cerpen mencakup:

  • Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.
  • Latar(setting) adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.
  • Alur (plot) adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.

Alur dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.

Alur meliputi beberapa tahap:

  1. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  2. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak ketegangan / klimaks: masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  4. Ketegangan menurun / antiklimaks: masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Penyelesaian / resolusi: masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
  • Perwatakan, menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:
  1. Dialog tokoh
  2. Penjelasan tokoh
  3. Penggambaran fisik tokoh
  • Nilai (amanat) adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.
  • Sudut Pandang (Point of View) adalah cara pengarang menceritakan tentang tokoh.
    Sudut pandang dibagi menjadi 2 :
    ˃ Sudut Pandang orang pertama ( Aku, Saya, Dia, Kamu, dll )
    ˃Sudut Pandang orang ketiga ( Nama Orang).
  • Gaya Bahasa adalah cara pengarang membahasakan cerita.
  1. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:

  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan

STATISTIK PENDIDIKAN


DISTRIBUSI FREKUENSI

langkah-langkah distribusi frekuensi adalah:

1. mengurutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.

2. menentukan jangkauan (range) dari data. Rumus:[R = Data Tertinggi – data terendah]

3. Menentukan banyaknya kelas (k) atau banyaknya kelas ditentukan dengan rumus Strongcess [K = 1 + 3,3 log (n= banyaknya data)]

4. Menentukan panjang interval kelas. Rumus: C = R/K

5. menentukan batas kelas pertama (biasanya diambil dari data terkecil)

6. Menuliskan frekuensi kelas secara Teli (Data terkecil + interval kelas = … – 1)

zayn-malik-png-30970

Distribusi Frekuensi Relatif

1

Frekuensi relatif
=(16/100) x 100% = 16 %

PENYAJIAN DATA
* Batas kelas
Nilai Terendah dan Tertinggi
* Batas kelas dalam suatu interval kelas, terdiri dari 2 macam:
Batas kelas bawah (lower class limit)
Nilai terendah dalam suatu interval kelas
* Batas kelas atas (upper clas limit)
Nilai tertinggi dalam suatu interval kelas
Contoh Batas Kelas
2
7847 = Batas kelas bawah
9754 = Batas kelas atas

NILAI TENGAH
* Tanda atau perinci dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap mewakili suatu interval kelas.
* Nilai tengah kelas. kelasnya berada ditengah-tengah pada setiap interval kelas.
Contoh Nilai Tengah:
3
Nilai tengah kelas 1
= (215 + 2122) / 2 = 1168,5

FREKUENSI KUMULATIF
* Menunjukkan seberapa besar jumlah frekuensi pada tingkat kelas tertentu.
* Diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pada kelas tertentu dengan frekuensi kelas selanjutnya.
* Frekuensi kumulatif terdiri dari:
– Frekuensi kumulatif kurang dari

Contoh Frekuensi kumulatif kurang dari <
4

20140617_170502

Frekuensi Kumulatif Lebih Dari
Merupakan pengurangan dari jumlah data (n) dengan frekuensi setiap kelas dimulai dari kelas terendah dan jumlah akhirnya adalah nol.

5

20140617_170518